Nama Dosen : Aliem Bahri, S.Pd.,M.Pd
PENGEMBANGAN
BAHAN AJAR
KELOMPOK
i
Susilo Setiawan : 1053 3668 211 Nur Eni : 1053 3668 011
Asrul : 1053 3667 811 Marwati
Iji : 1053 3668 111
Hasria.H : 1053 3668 711
Rini : 1053 3668 411
Erna N : 1053 3667 711 Abd
Karim : 1053 3668 511
JURUSAN BAHASA
DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2013
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Guna menghasilkan tamatan yang mempunyai kemampuan
sesuai standard kompetensi lulusan, diperlukan pengembangan pembelajaran untuk
setiap kompetensi secara sistematis, terpadu, dan tuntas (mastery learning).
Pada pendidikan menengah umum, di samping buku-buku teks,
juga dikenalkan adanya lembar-lembar pembelajaran (instructional sheet) dengan
nama yang bermacam-macam, antara lain: lembar tugas (job sheet), lembar kerja
(work sheet), lembar informasi (information sheet) dan bahan ajar lainnya baik
cetak maupun non-cetak. Semua bahan yang digunakan untuk mendukung proses
belajar itu disebut sebagai bahan ajar (teaching material).
Untuk pembelajaran
yang bertujuan mencapai kompetensi sesuai profil kemampuan tamatan pada
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) diperlukan kemampuan guru untuk
dapat mengembangkan yang tepat. Dengan pendekatan belajar tuntas (mastery
learning) diharapkan siswa dapat menguasai kompetensi-kompetensi secara utuh,
sesuai dengan kecepatan belajarnya. Untuk itu bahan ajar hendaknya disusun agar
siswa lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran mencapai kompetensi.
Terdapat dua istilah yang sering digunakan untuk maksud
yang sama namun sebenarnya memiliki pengertian yang sedikit berbeda, yakni sumber
belajar dan bahan ajar. Untuk itu, maka berikut ini akan dijelaskan terlebih
dahulu tentang pengertian sumber belajar dan bahan ajar.
B. Rumusan
Masalah
1. Bagaimana pengertian Sumber Belajar?
2. Bagaimana pengertian Bahan Ajar?
3. Bagaimana guru mengembangkan bahan
ajar?
4. Bagaimana tujuan dan manfaat bahan
ajar?
C. Tujuan
Masalah
1. Mengetahui pengertian sumber ajar
2. Mengetahui pengertian bahan ajar
3. Mengetahui bagaimana guru
mengembangkan bahan ajar
4. Mengetahu tujuan dan manfaat bahan
ajar
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Sumber Belajar
Sering kita dengar istilah sumber belajar (learning
resource), orang juga banyak yang telah memanfaatkan sumber belajar, namun
umumnya yang diketahui hanya perpustakaan dan buku sebagai sumber belajar.
Padahal secara tidak terasa apa yang mereka gunakan, orang, dan benda
tertentu adalah termasuk sumber belajar.
Sumber belajar dalam website bced didefinisikan
sebagai berikut: Learning resources are defined as information, represented
and stored in a variety of media and formats, that assists student learning as
defined by provincial or local curricula. This includes but is not limited to,
materials in print, video, and software formats, as well as combinations of
these formats intended for use by teachers and students.
Sumber belajar ditetapkan sebagai informasi yang
disajikan dan disimpan dalam berbagai bentuk media, yang dapat membantu siswa
dalam belajar sebagai perwujudan dari kurikulum. Bentuknya tidak terbatas
apakah dalam bentuk cetakan, video, format perangkat lunak atau kombinasi dari
berbagai format yang dapat digunakan oleh siswa ataupun guru.
Sadiman
mendefinisikan sumber belajar sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk
belajar, yakni dapat berupa orang, benda, pesan, bahan, teknik, dan latar
(Sadiman, Arief S., Pendayagunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk
Pembelajaran, makalah, 2004)
Menurut Association
for Educational Communications and Technology (AECT, 1977), sumber belajar
adalah segala sesuatu atau daya yang dapat dimanfaatkan oleh guru, baik secara
terpisah maupun dalam bentuk gabungan, untuk kepentingan belajar mengajar
dengan tujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi tujuan pembelajaran.
Dengan
demikian maka sumber belajar juga diartikan sebagai segala tempat atau
lingkungan sekitar, benda, dan orang yang mengandung informasi dapat digunakan
sebagai wahana bagi peserta didik untuk melakukan proses perubahan tingkah
laku.
Dari pengertian tersebut maka sumber belajar dapat
dikategorikan sebagai berikut:
1. Tempat atau
lingkungan alam sekitar yaitu dimana saja seseorang dapat melakukan belajar
atau proses perubahan tingkah laku maka tempat itu dapat dikategorikan sebagai
tempat belajar yang berarti sumber belajar, misalnya perpustakaan, pasar,
museum, sungai, gunung, tempat pembuangan sampah, kolam ikan dan lain sebagainya.
2. Benda yaitu
segala benda yang memungkinkan terjadinya perubahan tingkah laku bagi peserta
didik, maka benda itu dapat dikategorikan sebagai sumber belajar. Misalnya
situs, candi, benda peninggalan lainnya.
3. Orang yaitu
siapa saja yang memiliki keahlian tertentu di mana peserta didik dapat belajar
sesuatu, maka yang bersangkutan dapat dikategorikan sebagai sumber belajar.
Misalnya guru, ahli geologi, polisi, dan ahli-ahli lainnya.
4. Bahan yaitu
segala sesuatu yang berupa teks tertulis, cetak, rekaman elektronik, web, dll
yang dapat digunakan untuk belajar.
5. Buku yaitu
segala macam buku yang dapat dibaca secara mandiri oleh peserta didik dapat
dikategorikan sebagai sumber belajar. Misalnya buku pelajaran, buku teks,
kamus, ensiklopedi, fiksi dan lain sebagainya.
6. Peristiwa dan
fakta yang sedang terjadi, misalnya peristiwa kerusuhan, peristiwa bencana, dan
peristiwa lainnya yang guru dapat menjadikan peristiwa atau fakta sebagai
sumber belajar.
Sumber belajar akan menjadi bermakna bagi peserta didik
maupun guru apabila sumber belajar diorganisir melalui satu rancangan yang
memungkinkan seseorang dapat memanfaatkannya sebagai sumber belajar. Jika tidak
maka tempat atau lingkungan alam sekitar, benda, orang, dan atau buku hanya
sekedar tempat, benda, orang atau buku yang tidak ada artinya apa-apa.
B. Pengertian
Bahan Ajar
Dari uraian tentang pengertian sumber belajar di atas,
dapat disimpulkan bahwa bahan ajar merupakan bagian dari sumber belajar. Bahan
ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktor
dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan yang dimaksud bisa berupa
bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis.
Bahan ajar atau teaching-material, terdiri atas
dua kata yaitu teaching atau mengajar dan material atau
bahan.
Menurut
University of Wollongong NSW 2522, AUSTRALIA pada website-nya, WebPage
last updated: August 1998, Teaching is defined as the process of
creating and sustaining an effective environment for learning (Melaksanakan
pembelajaran diartikan sebagai proses menciptakan dan mempertahankan
suatu lingkungan belajar yang efektif).
Paul S. Ache lebih lanjut mengemukakan tentang material
yaitu: Books can
be used as reference material, or they can be used as paper weights, but they cannot
teach. (Buku dapat
digunakan sebagai bahan rujukan, atau dapat digunakan sebagai bahan tertulis
yang berbobot.)
Dalam website
Dikmenjur dikemukakan pengertian bahwa, bahan ajar merupakan seperangkat
materi/substansi pembelajaran (teaching material) yang disusun secara
sistematis, menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai siswa
dalam kegiatan pembelajaran. Dengan bahan ajar memungkinkan siswa dapat
mempelajari suatu kompetensi atau KD secara runtut dan sistematis sehingga
secara akumulatif mampu menguasai semua kompetensi secara utuh dan terpadu.
Lebih
lanjut disebutkan bahwa bahan ajar berfungsi sebagai:
1. Pedoman bagi Guru yang akan
mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran, sekaligus merupakan
substansi kompetensi yang seharusnya diajarkan kepada siswa.
2. Pedoman bagi Siswa yang akan
mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran, sekaligus merupakan
substansi kompetensi yang seharusnya dipelajari/dikuasainya.
3. Alat evaluasi
pencapaian/penguasaan hasil pembelajaran.
Pendapat
lain mengatakan sebagai berikut;
Definition
of teaching material
They
are the information, equipment and text for instructors that
are required for planning and review upon
training implementation. Text and training equipment are included in the
teaching material.( Anonim dalam Web-site. (Bahan ajar merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan
guru/instruktor untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran.)
Bahan ajar
adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktor dalam
melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud bisa
berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. (National
Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency
Based Training).
Pengelompokan bahan ajar menurut Faculté de
Psychologie et des Sciences de l’Education Université de Genève dalam website adalah sebagai
berikut :
Integrated media-written, audiovisual, electronic, and
interactive-appears in all their programs under the name of Medienverbund or
Mediamix. (Media tulis,
audio visual, elektronik, dan interaktif terintegrasi yang kemudian
disebut sebagai medienverbund (bahasa jerman yang berarti media
terintegrasi) atau mediamix.)
Sedangkan Bernd
Weidenmann, 1994 dalam buku Lernen mit Bildmedien mengelompokkan menjadi
tiga besar, pertama auditiv yang menyangkut radio (Rundfunk),
kaset (Tonkassette), piringan hitam (Schallplatte). Kedua
yaitu visual (visuell) yang menyangkut Flipchart, gambar (Wandbild),
film bisu (Stummfilm), video bisu (Stummvideo), program komputer
(Computer-Lernprogramm), bahan tertulis dengan dan tanpa gambar (Lerntext,
mit und ohne Abbildung). Ketiga yaitu audio visual (audiovisuell)
yang menyangkut berbicara dengan gambar (Rede mit Bild), pertunjukan suara dan
gambar (Tonbildschau),dan film/video.
Dari berbagai pendapat di atas dapat disarikan bahwa
bahan ajar adalah merupakan seperangkat materi yang disusun secara sistematis
sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk
belajar.
Sebuah bahan ajar paling tidak mencakup antara
lain :
a. Petunjuk
belajar (Petunjuk siswa/guru)
b. Kompetensi yang
akan dicapai
c. Content atau
isi materi pembelajaran
d. Informasi
pendukung
e. Latihan-latihan
f. Petunjuk kerja,
dapat berupa Lembar Kerja (LK)
g. Evaluasi
h. Respon atau
balikan terhadap hasil evaluasi
C. Mengapa guru
perlu mengembangkan Bahan Ajar?
Terdapat sejumlah alasan, mengapa guru perlu untuk
mengembangkan bahan ajar, yakni antara lain; ketersediaan bahan sesuai tuntutan
kurikulum, karakteristik sasaran, dan tuntutan pemecahan masalah belajar.
Pengembangan bahan ajar harus memperhatikan tuntutan kurikulum, artinya bahan
belajar yang akan kita kembangkan harus sesuai dengan kurikulum. Pada
kurikukulum tingkat satuan pendidikan, standard kompetensi lulusan telah
ditetapkan oleh pemerintah, namun bagaimana untuk mencapainya dan apa bahan
ajar yang digunakan diserahkan sepenuhnya kepada para pendidik sebagai tenaga
profesional. Dalam hal ini, guru dituntut untuk mempunyai kemampuan
mengembangkan bahan ajar sendiri. Untuk mendukung kurikulum, sebuah bahan ajar
bisa saja menempati posisi sebagai bahan ajar pokok ataupun suplementer. Bahan
ajar pokok adalah bahan ajar yang memenuhi tuntutan kurikulum. Sedangkan bahan
ajar suplementer adalah bahan ajar yang dimaksudkan untuk memperkaya, menambah
ataupun memperdalam isi kurikulum.
Apabila bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum
tidak ada ataupun sulit diperoleh, maka membuat bahan belajar sendiri adalah
suatu keputusan yang bijak. Untuk mengembangkan bahan ajar, referensi dapat
diperoleh dari berbagai sumber baik itu berupa pengalaman ataupun pengetahauan
sendiri, ataupun penggalian informasi dari narasumber baik orang ahli ataupun
teman sejawat. Demikian pula referensi dapat kita peroleh dari buku-buku, media
masa, internet, dll. Namun demikian, kalaupun bahan yang sesuai dengan
kurikulum cukup melimpah bukan berarti kita tidak perlu mengembangkan bahan
sendiri. Bagi siswa, seringkali bahan yang terlalu banyak membuat mereka
bingung, untuk itu maka guru perlu membuat bahan ajar untuk menjadi pedoman
bagi siswa.
Pertimbangan lain adalah karakteristik sasaran.
Bahan ajar yang dikembangkan orang lain seringkali tidak cocok untuk siswa
kita. Ada sejumlah alasan ketidakcocokan, misalnya, lingkungan sosial,
geografis, budaya, dll. Untuk itu, maka bahan ajar yang dikembangkan sendiri
dapat disesuaikan dengan karakteristik sasaran. Selain lingkungan sosial,
budaya, dan geografis, karakteristik sasaran juga mencakup tahapan perkembangan
siswa, kemampuan awal yang telah dikuasai, minat, latar belakang keluarga dll.
Untuk itu, maka bahan ajar yang dikembangkan sendiri dapat disesuaikan dengan
karakteristik siswa sebagai sasaran.
Selanjutnya, pengembangan bahan ajar harus dapat menjawab
atau memecahkan masalah ataupun kesulitan dalam belajar. Terdapat sejumlah
materi pembelajaran yang seringkali siswa sulit untuk memahaminya ataupun guru
sulit untuk menjelaskannya. Kesulitan tersebut dapat saja terjadi karena materi
tersebut abstrak, rumit, asing, dsb. Untuk mengatasi kesulitan ini maka perlu
dikembangkan bahan ajar yang tepat. Apabila materi pembelajaran yang akan
disampaikan bersifat abstrak, maka bahan ajar harus mampu membantu siswa
menggambarkan sesuatu yang abstrak gersebut, misalnya dengan penggunaan gambar,
foto, bagan, skema, dll. Demikian pula materi yang rumit, harus dapat
dijelaskan dengan cara yang sederhana, sesuai dengan tingkat berfikir siswa,
sehingga menjadi lebih mudah dipahami.
D. Tujuan dan
Manfaat Penyusunan Bahan Ajar
1. Tujuan
Bahan ajar disusun dengan
tujuan:
a. Menyediakan
bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dengan mempertimbangkan
kebutuhan siswa, yakni bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik dan setting
atau lingkungan sosial siswa
b. Membantu siswa
dalam memperoleh alternatif bahan ajar di samping buku-buku teks yang terkadang
sulit diperoleh.
c. Memudahkan guru
dalam melaksanakan pembelajaran.
2. Manfaat
Ada sejumlah manfaat yang dapat diperoleh apabila seorang
guru mengembangkan bahan ajar sendiri, yakni antara lain; pertama,
diperoleh bahan ajar yang sesuai tuntutan kurikulum dan sesuai dengan kebutuhan
belajar siswa, kedua, tidak lagi tergantung kepada buku teks yang
terkadang sulit untuk diperoleh, ketiga, bahan ajar menjadi labih kaya
karena dikembangkan dengan menggunakan berbagai referensi, keempat,
menambah khasanah pengetahuan dan pengalaman guru dalam menulis bahan ajar, kelima,
bahan ajar akan mampu membangun komunikasi pembelajaran yang efektif antara
guru dengan siswa karena siswa akan merasa lebih percaya kepada gurunya.
Di samping itu, guru juga dapat memperoleh manfaat lain,
misalnya tulisan tersebut dapat diajukan untuk menambah angka kredit ataupun
dikumpulkan menjadi buku dan diterbitkan.
Dengan tersedianya
bahan ajar yang bervariasi, maka siswa akan mendapatkan manfaat yaitu, kegiatan
pembelajaran menjadi lebih menarik. Siswa akan lebih banyak mendapatkan
kesempatan untuk belajar secara mandiri dan mengurangi ketergantungan terhadap
kehadiran guru. Siswa juga akan mendapatkan kemudahan dalam mempelajari
setiap kompetensi yang harus dikuasainya.
BAB
III
PENUTUP
A. Simpulan
Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan
untuk membantu guru/instruktor dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di
kelas. Bahan yang dimaksud bisa berupa
bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis.
bahan ajar
berfungsi sebagai:
1. Pedoman bagi Guru yang akan
mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran, sekaligus merupakan
substansi kompetensi yang seharusnya diajarkan kepada siswa.
2. Pedoman bagi Siswa yang akan
mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran, sekaligus merupakan
substansi kompetensi yang seharusnya dipelajari/dikuasainya.
3. Alat evaluasi
pencapaian/penguasaan hasil pembelajaran.
Dengan tersedianya
bahan ajar yang bervariasi, maka siswa akan mendapatkan manfaat yaitu, kegiatan
pembelajaran menjadi lebih menarik. Siswa akan lebih banyak mendapatkan
kesempatan untuk belajar secara mandiri dan mengurangi ketergantungan terhadap
kehadiran guru. Siswa juga akan mendapatkan kemudahan dalam mempelajari
setiap kompetensi yang harus dikuasainya.
B. Saran
DAFTAR
PUSTAKA
Badan
Pengembanagan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah. 2011. Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Bahasa
Indonesia. Makassar: Universitas Muhammadiyah Makassar
Depdiknas 2008,
Panduan
Pengembangan Bahan Ajar, Ditjen
Manajemen Dikdasmen.
Thamrin, dan
Rahman Rahim. 2012. Bunga Rampai Pembelajaran. Makassar:
Membumi Publishing.
http://tecfa.unige.ch/tecfa/general/tecfapeople/peraya.html>http://
Tidak ada komentar:
Posting Komentar